diantara gaduh keramaian,
suara manisnya masih terjangkau jelas ditelingaku,
di ribuan orang pun, dirinya masih terlihat jelas di mataku,
senyumnya bahagiaku,
namun senyumnya menghadapkanku pada kenyataan,
kenyataan tentang penantian panjang .
lelah ku pandangi bintang yg tak kunjung turun,
letih ku menanti lilin yg tak kunjung luluh .
ingin ku lepas semuanya,
jubah senyum bahagia yg menipu aku dan hatiku .
haruskah ku ambil akhir dari awal yg tak pernah terlukis ?
dapatkah ku tutup buku yg tak kunjung terbuka ?
apapun akhirnya, satu ku harap
saat gembok hatimu terbuka, aku masih memiliki kuncinya .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar