Rabu, 05 September 2012

bayangan 12 desember '97

diantara gaduh keramaian,
suara manisnya masih terjangkau jelas ditelingaku,
di ribuan orang pun, dirinya masih terlihat jelas di mataku,
senyumnya bahagiaku,
namun senyumnya menghadapkanku pada kenyataan,
kenyataan tentang penantian panjang .
lelah ku pandangi bintang yg tak kunjung turun,
letih ku menanti lilin yg tak kunjung luluh .
ingin ku lepas semuanya,
jubah senyum bahagia yg menipu aku dan hatiku .
haruskah ku ambil akhir dari awal yg tak pernah terlukis ?
dapatkah ku tutup buku yg tak kunjung terbuka ?
apapun akhirnya, satu ku harap
saat gembok hatimu terbuka, aku masih memiliki kuncinya .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar