Ia terletak di Jl. Penatusan no.2 RT 03/III Kedungreja, Cilacap, Jawa tengah. Tepatnya di gang `Palem`. Ya, ia adalah rumahku. Dia punya 2 kamar tidur, 1 ruang tamu, 1 bagasi, 1 tempat makan, 1 kamar mandi, 1 dapur dan 1 tempat untuk shalat. dia berkulit orange muda dan berlantai putih. punya jendela, pintu, ventilasi. sekilas tiada yg aneh dari rumahku bukan? hanya saja, keadaan sekeliling rumah yg kotor, penuh akan semak belukar, membuatnya terlihat sedikit tak terrawat. ya, begitulah pandangan orang lain yg tak tau faktanya. aku yakin itu. mengapa? karena mereka-mereka yg berfikir demikian tak tau keadaan kami.
Rumahku ini, dihuni 3 orang. ibuku, ayahku dan aku. namun karena ayahku bekerja diluar kota, hanya aku & ibu yg menghuninya. ayahku bekerja sebgai karyawan swasta di sebuah pabrik plastik di kota Bandung, Jawa Barat. ibuku, seorang wiraswasta home industri tempe. dan aku? seorang pelajar kelas 1 SMA di SMA N 1 Rejajaya.
Ayah tak dirumah, ibu sibu, jadi, aku yg harus mengerjakan pekerjaan rumah. dari dalam sampai luar. bisakah kalian bayangkan? aku, seorang anak tunggal yg harus pandai-pandai mengatur waktu, mulai dari waktu untuk sekolah,bermain,belajar,membantu orang tua dan menyapa teman-temanku di dunia maya. mungkin bagi kalian itu adalah hal mudah, sangatlah mudah. namun tidak untukku. untukku yg seorang 'anak tunggal', itu semua terlalu cepat bagiku. seakan-akan, zaman berubah dalam waktu 5 detik. duniaku jungkir balik!
kamis, 15 desember 1996, aku dilahirkan dari rahim ibuku, Safitri. bagi ibuku, dia baru bisa melahirkan bayi ke dunia dg sehat dan selamat. meski kenyataannya, beliau telah mengandung selama 4 kali. dan selama 4 kali itu jugalah bayi-bayi yg dilahirkan ibuku meninggal. kakak-kakaku telah terburu-buru pergi ke surga-Nya tanpa mau menunggu aku. bahkan, akupun tak diizinkan untuk melihat wajah-wajah mereka. akupun tak bisa merasakan hangatnya kasih sayang seorang kakak.
kelahiranku, bisa dibilang istimewa. karena tak semua bayi mengalaminya.
aku terlahir dari keluraga sederhana, sebegitu sedehananya, untuk memasukkan sebutir nasi di malam hari saja, mereka harus bekerja dari subuh sampai petang. mulai dari bantu-bantu tetangga didesa, sampai berkelana ke desa sebelah .
ibuku adalah anak ke-4 dari 7 bersaudara. namun, anak ke 7 meninggal pd usia cukup muda, 20th.
aku ingat betul saat ibuku bercerita bagaimana repotnya saat beliau mengasuh ke-3 adiknya di usianya yg sangat muda, 6 tahun.
kakek & nenek dr ibuku adalah dua orang petani. tak jarang mereka berangkat pagi pulang petang. k-3 kakak ibukupun selalu membantu kakek nenek di ladang. karena itu, ibuku mendapat tugas untuk mengasuh adik-adiknya. bahkan tak sekedar mengasuh, ibuku pun mencari kayu bakar, membersihkan rumah,mencuci baju,menanak nasi, memasak sayur beserta lauknya. Tak heran jika kini beliau menjadi wanita yg tekun,ulet,mandiri dan dewasa.
sedangkan ayahku, Bagus, sudah ditinggal kakekku sejak beliau masih di kandungan. bahkan ditinggal ibunya saat beliau 3 tahun. beliau adalah anak terakhir dari 4 bersaudara. sepeninggal kedua orangtua, keluarga ayahku berantakan! tiada panutan. hingga akhirnya mereka memutuskan untuk ikut bibi, adik dari nenek. sbg tamu pembawa pahala dalam keluarga tak berada, ayah beserta 3 kakaknya tak bisa hidup nyaman layaknya dirumah sendiri. apalagi, zaman dulu masih jarang ada org yg berbudi pekerti. apa yg akan terjadi?
singkat cerita, ayah ibuku telah dewasa. mereka mulai memikirkan masa depan. dg modal tekad, niat dan restu keuarga, mereka memutuskan ntuk mandiri, mencari rupiah di luar kota. mereka memilih Bandung sbg perantauan pertama.. dan singkat cerita, ayah ibuku dipertemukan di suatu pabrik disana. masih ku ingat dg jelas alasan mengapa ibuku memilih ayahku, yg berasal dr keluarga yatim piatu. padahal saat itu, banyak anak dr keluarga berada yg berminat meminangnya."ayahmu tak lupa sholat dan solawat, tak lupa taqwa dan infaq, tak lupa allah dan keluarga" begitu alasannya. aku selalu tertegun dan terkagum dg alasan ibuku itu, meski tu hanya alasan namun itu cukup kujadikan panutan.
sejauh ini, apakah kalian kira hidupku bahagia selalu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar